Sabtu, 02 Februari 2013

Pindah Rumah Mewah bebas banjir ke Perumahan Citra Garden Lampung

Hujan deras Kamis (24/1) sejak pukul 15.30 WIB, merendam rumah warga dan jalan-jalan di Kota Bandar Lampung. Air hujan meluap dari siring ke rumah warga dan badan jalan protokol. Tingginya mencapai 30 centimeter (cm).


Hujan yang turun Kamis petang ini volumenya lebih besar dan lama. Sehingga membuat air dalam siring dan kali meluap. Hantaman air dari perbukitan juga merusak gorong-gorong perlintasan air.


Rumah warga di Wayhalim, Labuhan Ratu, Palapa, dan Jagabaya, terendam air setinggi setengah betis orang dewasa.

Selain rumah terendam, banjir juga terjadi di Jalan Kartini, Jalan Radin Intan, sebagian Jalan Teukur Umar,Jalan Cut Nyak Din, Jalan Malahayati,Jalan Cut Nyak Din dan masih banyak daerah di Bandar Lampung khususnya yang mengalami dampak hujan deras .Banjir ini menyebabkan kemacetan lalu lintas hingga setelah waktu Maghrib dan Isya.

Tentunya ini menjadi pertimbangan jika Anda sedang berencana membeli rumah di perumahan tertentu di wilayah Bandar Lampung dan sekitarnya, maka saat ini adalah saat yang tepat untuk mengetahui apakah perumahan yang sudah Anda sasar bebas banjir atau tidak. Selain itu, ada beberapa hal yang wajib Anda perhatikan saat memilih perumahan.

Beberapa kiat yang dapat Anda terapkan sebelum menentukan hunian pada perumahan tertentu. Di antaranya:

1. Lokasi perumahan
Lihat apakah lokasi perumahan tersebut dekat dengan sungai atau kali. Jika memang ada, maka berarti daerah tersebut besar potensi rawan banjir, jika terjadi hujan deras dan meluapnya air sungai. Kemudian, pastikan lahan tersebut bukan bebas rawa.

2. Jalan raya
Perhatikan letak jalan raya di sekitar perumahan. Jika lebih tinggi dari jalan dalam kompleks itu berarti tidak aman. Karena, air hujan dari jalan raya yang lebih tinggi pasti akan mengalir ke area yang lebih rendah, yakni jalanan dalam kompleks perumahan.

3. Saluran pembuangan dan penampung air
Perlu juga dilihat daya tampung air pada jalanan di sekitar perumahan. Apakah ada saluran pembuangan, seperti selokan dan bagaimana kira-kira daya tampung debit airnya, apakah memadai atau tidak.

4. Kontur tanah dan posisi rumah
Hindari kontur tanah perumahan yang letaknya di bawah jalan raya. Selain itu, posisi rumah harus lebih tinggi dari jalanan di depannya, paling tidak 50 sentimeter (cm). Hal ini untuk mengantsipasi genangan air karena hujan deras.

5. Jangan ragu bertanya pada pengembang
Tanyakan mengenai seluk beluk lokasi perumahan tersebut. Jangan sampai lahan tersebut adalah bekas rawa. Karena hal ini cukup berbahaya, mengingat air yang suatu saat dapat mencuar dari dalam tanah. Kemudian tanyakan apakah merupakan daerah langganan banjir baik yang tahunan maupun siklus lima tahunan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar